Minggu, 03 Januari 2010

Jambi Bakal Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Sumatera

Jambi Bakal Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Sumatera

Singapura - Pelatihan investasi yang diberikan kepada staf pemerintah daerah se-provinsi Jambi diharapkan mampu meningkatkan investasi ke Provinsi Jambi dan pada akhirnya dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. Hal itu disampaikan Koh Tin Fook, Director Technical Cooperation Ministry of Foreign Affairs Singapore pada penutupan Training Investment Management and Promotion pada Rabu ( 22/10/2008 ) di Civil Service College.

Sebelum acara penutupan, para peserta training yang terbagi dalam empat kelompok harus mempresentasikan komoditi unggulan Jambi, yaitu karet (rubber), sawit (oil palm), kayu (wood) dan perikanan (fishery) dalam upaya untuk menarik investor asing ke Provinsi Jambi. Presentasi selama 20 menit untuk setiap komoditi unggulan tersebut merupakan puncak dari training selama 7 hari tersebut dan memiliki nilai lebih karena disampaikan dalam bahasa Inggris dan menguraikan potensi serta policy yang akan dilakukan oleh Pemda Provinsi Jambi untuk menarik penanam modal asing. Sayangnya, tidak seorangpun pejabat Pemda Provinsi Jambi yang datang dan mendengarkan presentasi tersebut

Mengomentari presentasi dari peserta training, Mr. Leon Khor, Associate Trainer of Civil Service College menyarankan Pemda Provinsi Jambi untuk membangun sebuah perusahaan daerah yang dikelola secara professional. Di banyak negara, keberadaan perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah ternyata bisa menjadi faktor penarik masuknya investor. Banyak investor asing yang lebih nyaman bekerjasama dengan perusahaan milik pemerintah. Leon yang juga seorang bisnisman ini menambahkan perlunya penguatan fungsi dan peranan BPMPD untuk menjaring investor dengan menempatkan staf ahli yang memahami betul tentang komoditi unggulan Provinsi Jambi.

Salah seorang peserta, Suhendri S.H. M.Si mengharapkan beberapa point yang dipresentasikan oleh peserta dapat diterapkan segera di Jambi, misalnya tentang pentingnya pelayanan satu pintu dalam hal perizinan bagi investor (one stop service) serta pemberian insentif bagi investor asing yang masuk sebagai penjabaran PP No. 45/2008. Sampai saat ini, belum ada peraturan Pemda Provinsi Jambi yang menetapkan insentif apa yang dapat diberikan untuk investor asing. “Harus ada tindak lanjut. Singapura memberi kita ilmu berharga untuk menarik investor, Jambi harus menerapkannya agar dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumatra ” ucapnya.

Secara keseluruhan, peserta training menghargai grant pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Singapura ini. “Namun kita mengharapkan agar semua pelatihan ke luar negeri untuk diorganisir lebih baik lagi. Jangan sampai informasi yang kita terima sebelum berangkat berbeda dengan kenyataan yang kita dapatkan di sini. Hal ini bisa menimbulkan masalah yang cukup mengganggu,” ungkap Yenni Marzulita SIP. M.Si , salah seorang peserta yang berdinas di BAPPEDA Provinsi Jambi.

Pada penutupan pelatihan tersebut, Kepala BPMPD Provinsi Jambi, Dr. Syafri menyerahkan cendera mata khas Jambi untuk Koh Tin Fook sebagai tanda persahabatan kedua wilayah.

(Laporan Kontributor Infojambi Ir. Asnelly Ridha Daulay, M. Nat Res Ecs dari Singapura)

0 komentar:

Posting Komentar